Al-Qur'an Sebagai Sumber Utama Ajaran Islam

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Sebelum kita membahas lebih lanjut terkait materi pada artikel ini, izinkan saya memperkenalkan diri telebih dahulu. Saya Zhafirah An Farrik denga NIM 1305619028, mahasiswa Program Studi Matematika-S1, Universitas Negeri Jakarta. Tujuan saya menulis artikel ini untuk memenuhi tugas Ujian Tengah Semester mata kuliah Pendidikan Agama Islam, dengan dosen pengampu Bapak Suyuti, M.Pd

Sesuai judul yang tertera pada blog ini, saya akan menjelaskan tentang Al-Qur'an sebagai sumber utama ajaran islam.

 Makna, Fungsi, dan Kandungan Al-Qur'an

    Al-Qur'an diturunkan oleh Allah kepada Nabi Muhammad SAW secara berangsur-angsur dengan perantara Malaikat Jibril, dan bagi pembacanya akan mendapatkan pahala. Al-Qur'an berisi tentang banyak hal, seperti tentang kisah-kisah dan sejarah terdahulu, ilmu-ilmu pengetahuan, amal perbuatan, ibadah, dan lain-lain.

    Fungsi Al-Qur'an dalam agama Islam adalah menjadi Al-Huda (petunjuk) bagi manusia secara umum, bagi orang-orang yang bertakwa, dan orang-orang yang beriman. Al-Furqon (pemisah) antara hak dan batil, yang salah dan benar, dan yang boleh dan tidak boleh dilakukan. Al-Asyifa (obat) untuk menyembuhkan penyakit bagi yang membaca dan mengamalkannya. Al-Mau'izah (Nasihat) untuk kehidupan bagi orang-orang yang bertakwa dijalan Allah, nasihat yang ada dalam Al-Qur'an biasanya berkaitan dengan suatu kejadian yang bisa dijadikan pelakaran.

    Fungsi Al-Qur'an bagi kehidupan manusia adalah sebagai petunjuk jalan yang lurus dimana manusia harus hidup dijalan yang benar sesuai dengan perintah Allah. Menjelaskan kepribadian manusia yang berakal yang dapat membedakan baik-buruk dari suatu perbuatan. Penyempurna bagi kitab-kitab sebelumnya. Untuk memantapkan iman islam dimana dengan mempelajari dan mengamalkannya kita akan semakin yakin bahwa agama Islam adalah agama yang benar. Dan dalam Al-Qur'an pun juga menjelaskan bagaimana tentang cara berkehidupan sosial, berdagang, warisan, zakat, dan yang lainnya.

    Fungsi Al-Qur'an sebagai sumber Ilmu, Ilmu Tauhid dimana membahas pengokohan keyakinan dalam agama Islam sehingga memperkuat dan menghilangkan keraguan. Ilmu Hukum yang membahas tentang hukum pernikahan, warisan, zakat, dan lainnya. Ilmu Tasawuf adalah cara untuk mensucikan jiwa, menjernihkan akhlak, dan batik. Dengan itu Ilmu Tasawuf berisi tentang berbagai penjelasan mengenai hukum dan tatacara yang Islam ajarkan untuk menjalani kehidupan. Ilmu Filsafat Islam berbeda dengan filsafat yang lain, jika filsafat yang lain dalam kontennya kadang masih mencari kehadiran tuhan maka filsafat Islam berisi tentang keyakinan bahwa keesaan tuhan hanyalah milik Allah SWT. Ilmu Sejarah Islam berisi tentang sejarah dari masa terbentuknya manusia hingga perjuangan Nabi Muhammad SAW. Ilmu Pendidikan Islam dapat dilihat dalam Al-Qur'an juga ada suatu pembahasan tentang ilmu biologi atau astronomi.

    Selain makna dan fungsi, Al-Qur'an memiliki kandungan didalamnya, yaitu :

  1. Akidah, secara etimologi bermakna kepercayaan dan keyakinan. Akidah dalam Al-Qur'an adalah persoalan tauhid bahwa Allah SWT adalah yang maha segala-galanya. Selain itu meliputi rukun iman seperti keyakinan terhadap Allah, malaikat, rasul, kitab, hari kiamat, serta qada dan qadar.
  2. Ibadah dan Muamalah, dimana hal ini memberikan petunjuk dan tata cara yang berkaitan dengan ibadah kepada Allah SWT dan hubungan antar manusia.
  3. Hukum, pada hal ini dijelaskan pada Al-Qur'an bahwa hukum yang paling adil adalah hukum Allah SWT, oleh karena itu kita sebagai umat Muslim harus selalu merujuk pada Al-Qur'an dalam menetapkan suatu hukum.
  4. Akhlak, yang dalam bahasa arab adalah suatu bentuk jamak dari khulqu yang artinya perangai, tabiat, dan adab. Dalam Al-Qur'an dijelaskan bawa akhlak merupakan tolak ukur derajat seseorang, dan keimanan seseorang tidaklah cukup hanya dengan sekedar iman kepada Allah, Malaikat, Nabi, Rasul, dan lainnya, melainkan disertai dengan akhlak dan perilaku yang baik.
  5. Peringatan, hal ini juga berisi tentang akan adanya suatu balasan berupa nikmat surga bagi orang-orang yang beriman, dan begitu juga dengan sebaliknya.
  6. Sejarah dan kisah umat terdahulu, selain mengandung perintah Al-Qur'an juga menceritakan kejadian umat terdahulu agar kita bisa mengambil pelajaran dari kejadian-kejadian yang ada.
  7. Ilmu pengetahuan dan teknologi, dalam Al-Qur'an banyak ditemukan dorongan untuk mengetahui ilmu pengetahuan dan teknologi demi kesejahteraan umat manusia.

 Sejarah Pembukuan Al-Qur'an
    
    Setelah wafatnya Rasulullah masa kekhalifahan dipegang oleh Abu Bakar As Siddiq. Walau periode kepemimpinan Abu Bakar amat pendek (sekitar 2 tahun) namun langkah-langkah politiknya cukup signifikan, banyak kota yang ditaklukkan. Pada masa kekhalifahan Abu Bakar juga terdapat suatu perang yang mengugurkan banyak sekali penghafal Al-Qur'an (hafidz). Oleh karena itu Umar bin Khattab memberikan usul kepada Abu Bakar untuk mengumpulkan hafalan-hafalan dari para sahabat yang masih hidup untuk dijadikan satu, dan jadilah suatu shuhuf (lembaran-lembaran).
    
    Namun, pada masa kekhalifahan Usman bin Affan (setelah selesainya ke khalifahan Abu bakar dan Umar bin Khattab) umat Islam hampir mengalami perpecahan akibat perbedaan dalam membaca Al-Qur'an. Melihat hal itu Hudaifah bin Al-Yaman berkata kepada Khalifah Usman agar beliau segera mengambil suatu tindakan sebelum perpecahan ini semakin besar. Karena itu Usman bin Affan memgumpulkan shuhuf-shuhuf yang berdara kalangan umat muslim dan dijadikan satu sebagai mushaf yang dibantu oleh beberapa orang lainnya.


Nilai-Nilai Al-Qur'an dalam Lingkungan Pendidikan, Keluarga, dan Pekerjaan

    Dalam Al-Qur'an banyak sekali menjelaskan tentang ilmu-ilmu yang harus kita tanamkan dalam diri ini dan direalisasikan dalam keseharian. Seperti pada pendidikan, dalam Al-Qur'an menjelaskan kita sebagai umat muslim jangan mudah berpuas diri atas ilmu yang sudah kita dapatkan, dalam mencari ilmu pun kita harus konsisten dan istiqomah jangan pernah berputus asa, dan yang terpenting adalah menghargai ilmu-ilmu yang sudah kita dapatkan.

    Al-Qur'an juga menjelaskan bahwa pada lingkungan keluarga kita harus mempersiapkan anak-cucu sebagai generasi penerus yang kuat, jangan ditinggalkan dalam keadaan lemah, 

وَءَاتُواْ ٱلنِّسَآءَ صَدُقَٰتِهِنَّ نِحۡلَةٗۚ فَإِن طِبۡنَ لَكُمۡ عَن شَيۡءٖ مِّنۡهُ نَفۡسٗا فَكُلُوهُ هَنِيٓـٔٗا مَّرِيٓـٔٗا

"Dan berikanlah maskawin (mahar) kepada perempuan (yang kamu nikahi) sebagai pemberian yang penuh kerelaan. Kemudian, jika mereka menyerahkan kepada kamu sebagian dari (maskawin) itu dengan senang hati, maka terimalah dan nikmatilah pemberian itu dengan senang hati." (An-Nisa : 4)

    Selain itu diperintahkan juga untuk selalu bersyukur dan penanaman tauhid (Lukman : 12-16). Dan diajarkan juga untuk meminta keturunan yang akan melanjutkan kememimpinannya (Maryam : 1-6).

    Terakhir, Al-Qur'an juga memberi suatu nilai dan pelajaran dalam lingkungan pekerjaan, dimana yang sudah kita ketahui bahwa, kita harus menghargai waktu karena setiap waktu yang sudah kita habiskan tidak akan dapat diputar kembali. Kita juga harus menjadi pekerja keras yang visioner, yang memiliki harga diri tinggi dan koneksi yang luas. Dengan itu juga Al-Qur'an mengajarkan kita untuk perbanyak silaturahmi.   



    Demikian pembahasan yang dapat saya tulis dalam artikel ini, terimakasih kepada pembaca. Mohon maaf apabila terdapat kesalahan dalam tulisan ini.
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Komentar